IVUS untuk Carotid Artery Stenting
IVUS untuk Carotid Artery Stenting Itu Apa?
Stroke akibat penyempitan arteri karotis menjadi salah satu penyebab kecacatan dan kematian yang tinggi di Indonesia. Karena itu, penanganan yang tepat sangat penting untuk mengurangi risiko serangan stroke berulang. Salah satu prosedur yang sering digunakan adalah carotid artery stenting (CAS). Sebuah tindakan untuk melebarkan pembuluh darah karotid dengan menggunakan alat yang disebut stent.
Kini, tindakan tersebut semakin berkembang dengan bantuan Intravascular Ultrasound (IVUS). Teknologi ini memberikan gambaran dari dalam pembuluh darah secara langsung. Dengan begitu dokter dapat menilai kondisi arteri dengan lebih akurat dibandingkan hanya mengandalkan angiografi saja.
Selain itu, IVUS membantu memastikan setiap tahapan pemasangan stent berlangsung lebih presisi. Oleh karena itu, hasil tindakan dapat menjadi lebih optimal.
Apa Itu Intravascular Ultrasound (IVUS)?
IVUS merupakan teknologi pencitraan yang menggunakan kateter kecil dengan sensor ultrasound di ujungnya. Kateter dimasukkan ke dalam pembuluh darah untuk menghasilkan gambar penampang arteri secara real-time.
Berbeda dengan angiografi yang hanya memperlihatkan aliran kontras, IVUS menampilkan struktur pembuluh darah secara menyeluruh dari dalam. Dengan demikian, dokter dapat melihat kondisi dinding arteri dari dalam.
Informasi tersebut meliputi:
- Diameter pembuluh darah.
- Luas penyempitan.
- Karakteristik plak.
- Ketebalan dinding pembuluh.
- Posisi stent setelah pemasangan.
Karena gambarnya sangat detail, keputusan selama prosedur menjadi lebih tepat.
Peran IVUS dalam Carotid Artery Stenting
Pada prosedur carotid artery stenting, tujuan utama adalah membuka penyempitan arteri karotis agar aliran darah menuju otak kembali lancar.
Namun, pemasangan stent memerlukan ketelitian tinggi. Jika ukuran stent kurang sesuai atau tidak mengembang sempurna, risiko komplikasi dapat meningkat.
Di sinilah IVUS memiliki peran penting.
Dengan bantuan IVUS, dokter dapat:
- Mengukur diameter arteri secara akurat.
- Menentukan panjang area penyempitan.
- Memilih ukuran stent yang paling sesuai.
- Memastikan stent mengembang optimal.
- Memastikan stent menempel sempurna pada dinding pembuluh darah.
Karena setiap langkah dapat dievaluasi secara langsung, prosedur menjadi lebih presisi.
Keunggulan IVUS Dibandingkan Angiografi Saja
Angiografi tetap menjadi standar dalam tindakan endovaskular. Namun, gambar angiografi hanya memperlihatkan siluet pembuluh darah. Sebaliknya, IVUS memberikan informasi yang jauh lebih lengkap. Beberapa keunggulan IVUS meliputi:
1. Pengukuran Lebih Akurat
IVUS mengukur diameter pembuluh secara langsung. Oleh sebab itu, pemilihan ukuran stent menjadi lebih tepat.
2. Visualisasi Plak yang Lebih Detail
Dokter dapat melihat bentuk, lokasi, dan karakteristik plak secara lebih jelas. Informasi ini membantu menentukan strategi tindakan terbaik.
3. Evaluasi Hasil Pemasangan Stent
Setelah stent dipasang, IVUS memastikan seluruh bagian stent telah mengembang optimal. Selain itu, teknologi ini membantu mendeteksi bila masih terdapat celah antara stent dan dinding pembuluh.
4. Mengurangi Risiko Kesalahan Teknis
Evaluasi secara real-time memungkinkan koreksi dilakukan segera apabila ditemukan masalah selama prosedur.
Prosedur Carotid Artery Stenting dengan Bantuan IVUS
Secara umum, prosedur berlangsung melalui beberapa tahapan.
Pertama, dokter memasukkan kateter melalui pembuluh darah. Selanjutnya, kateter diarahkan menuju arteri karotis yang mengalami penyempitan.
Kemudian, IVUS digunakan untuk memetakan kondisi pembuluh darah secara menyeluruh. Setelah itu, dokter menentukan ukuran stent yang paling sesuai.
Stent kemudian dipasang pada area penyempitan. Berikutnya, IVUS kembali digunakan untuk memastikan stent telah mengembang sempurna.
Apabila masih ditemukan bagian yang belum optimal, dokter dapat segera melakukan penyesuaian sebelum prosedur selesai.
Perkembangan IVUS dalam Carotid Artery Stenting di Indonesia
Perkembangan teknologi endovaskular terus mengalami kemajuan di Indonesia. Salah satunya adalah penerapan IVUS pada prosedur carotid artery stenting. Pertama kali tindakan stenting pada arteri karotis dengan bantuan IVUS di Indonesia dilakukan di Mitra Keluarga Surabaya pada awal Juli 2026 yang dilakukan oleh dr. Nur Setiawan Suroto, SpBS dan dr. Zahra Wathoni, SpBS.
Teknologi ini mulai digunakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan akurasi tindakan, terutama pada kasus penyempitan arteri karotis yang kompleks. Dengan pendekatan yang lebih presisi, dokter dapat memperoleh informasi tambahan yang tidak selalu terlihat melalui angiografi.
Hal tersebut menjadi langkah penting dalam menghadirkan layanan stroke dan intervensi vaskular yang mengikuti perkembangan teknologi kedokteran modern.





