HealthFlex
×
  • Beranda
  • Tim Dokter
    • dr. Asadullah
    • dr. Asra Al Fauzi
    • dr. Eko Agus Subagio
    • dr. Nur Setiawan Suroto
    • dr. Zahra Wathoni
  • Pasien
    • Fasilitas
    • Panduan Pasien
    • Testimoni
  • Pelayanan
    • Brain Tumor Center
      • Adenoma Hipofise
      • Acoustic Neurinoma
      • Glioma
      • Hemangioblastoma
      • Meningioma
    • Functional Neurosurgery Center
      • Hemifacial Spasm
      • Operasi MVD (Microvascular Decompression)
    • Neurotrauma
      • Spinal Trauma
    • Pain Management Center
      • Trigeminal Neuralgia
    • Spine Center
      • Cervical Disc herniation
      • Cervical Spondylosis
      • Lumbar Disc Herniation
      • Minimally Invasive Spine Surgery
      • Spinal Trauma
      • Spinal Tumors
      • Spondylolisthesis
    • Vascular Neurosurgery Center
      • Aneurisma Otak
      • Arteriovenous Malformations (AVM)
      • Cavernous Malformations (Cavernoma)
      • Perdarahan Otak Spontan
      • Stroke Penyumbatan Bagaimana Cara Pengobatannya? Pahami Dulu Penyebabnya
  • Tentang Kami
  • Artikel
    • Agenda
    • Artikel
    • Dokumentasi
    • Stroke Survivor
  • Hubungi Kami
    • FAQ
    • Kamus Kesehatan

Naegleria Fowleri; Amuba pemakan otak yang menewaskan orang Korea

Naegleria Fowleri; Amuba pemakan otak yang menewaskan orang Korea

Korea selatan melaporkan kematian pertama kalinya yang disebabkan oleh infeksi Naegleria Fowleri; Amuba pemakan otak.

Korban adalah pria berusia 50 tahun yang dilaporkan terinfeksi amuba tersebut di Thailand, dan meninggal sehari setelah kembali ke Seoul, Korea Selatan.

 

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (The Korea Disease Control and Prevention Agency – KDCA) telah mengkonfirmasi bahwa warga negara Korea tersebut meninggal disebabkan oleh Nagleria Fowleri. Ini adalah infeksi dan kematian pertama yang diektahui di Korea selatan, pertama kalinya dilaorkan di Amerika Serikat pada tahun 1937.

 

KDCA mengatakan, penularan amuba ini melalui air dan tidak memungkinkan jika penyebaran antar manusia, sehingga KDCA meminta warga untuk menahan diri dari berenang di daerah di mana penyakit tersebut menyebar.

 

Beberapa hal yang perlu diketahui mengenai amuba pemakan otak ini (Naegleria Fowleri)

  1. Amuba ini biasanya hidup di air tawar yang mempunyai suhu hangat seperti danau, sungai, kanal dan telaga di berbagai dunia.
  2. Naegleria fowleri menginfeksi manusia melalui hidung dan menyebar melalui saraf penciuman dan menyerang otak. Inilah salah satu sebabnya kita dilarang untuk berenang atau menyelam di danau yang belum diketahui kebersihannya.
  3. Ketika amuba ini menyerang otak, hal ini menyebabkan Primary Amebic Meningoencephalitis (PAM) dan hal ini bisa berakibat fatal.
  4. Gejala PAM biasanya mulai di hari kelima setelah infeksi, tapi bisa juga diantara hari pertama ke hari 12
  5. Gejala awalnya biasanya sakit kepala, demam, mual, dan muntah. Biasanya diiringi leher kaku, kejang, halusinasi bahkan koma
  6. Kemungkinan meninggal dari infeksi amuba ini adalah 97%. Menurut USDC hanya 4 diantara 154 orang yang berhasil bertahan dari infeksi ini sejak 1962 hingga sekarang.
  7. Naegleria fowleri tidak bisa menular dari manusia ke mansia.

 

Total 381 kasus naegleria fowleri dilaporkan di seluruh penjuru dunia termasuk Amerika Serikat, India dan Thailand.

 

oleh: David R. Sentika

Artikel lain yang menarik

Dua Rekor MURI untuk dr. Asra Al Fauzi TB Tulang Belakang: Mengenal Infeksi pada Tulang Belakang Endoskopi Saraf Kejepit, Solusi Minim Invasif berapa biaya mriBerapa Biaya MRI? Untuk Saraf Kejepit dan Kepala

Pencarian

Artikel Terbaru

  • Efek Samping Operasi Otak: Risiko, Pemulihan, dan Cara Mencegah Komplikasi
  • Operasi Tumor Otak: Prosedur, Risiko, dan Harapan Kesembuhan
  • MRI untuk Saraf Kejepit: Solusi Diagnostik Akurat
  • MRI Kontras dan Non-Kontras: Memahami Perbedaannya untuk Diagnosis yang Lebih Akurat
  • MRI Kepala: Deteksi Dini Masalah Otak yang Tak Boleh Diabaikan

Kategori

  • Agenda
  • Artikel
  • Dokumentasi
  • Images FG
  • News
  • Spine
  • Stroke Survivor
  • Uncategorized
  • Video

Brain and Spine Center

Pelayanan Terpadu Kelainan Otak dan Tulang Belakang

(6231) 7345333 Ext: 5222 / 085549001600

konsultasi@bscmitra.com

http://bscmitra.com

Jl. Satelit Indah II, Darmo Satelit Surabaya – 60187

Center of Excellence dari:
Anggota dari:

Artikel Terbaru

  • Efek Samping Operasi Otak: Risiko, Pemulihan, dan Cara Mencegah Komplikasi

    Artikel lain yang menarik Kejang tanpa demam pada anak Nyeri...

  • Operasi Tumor Otak: Prosedur, Risiko, dan Harapan Kesembuhan

    Artikel lain yang menarik Apakah Normal Pressure Hydrocephalus (NPH)? Cara...

  • MRI untuk Saraf Kejepit: Solusi Diagnostik Akurat

    MRI untuk Saraf Kejepit Apa Itu Saraf Kejepit? Saraf kejepit...

Copyright © 2024 Brain and Spine Center
Mitra Keluarga Hospital's Center of Excellence
Butuh bantuan?
1
Powered by Joinchat
*Appointment dokter Brain and Spine Center Mitra Keluarga Surabaya
Nama: ...
Alamat: ...
No. Telp yang bisa dihubungi: ...
Open chat