HealthFlex
×
  • Beranda
  • Tim Dokter
    • dr. Asadullah
    • dr. Asra Al Fauzi
    • dr. Eko Agus Subagio
    • dr. Nur Setiawan Suroto
    • dr. Zahra Wathoni
  • Pasien
    • Fasilitas
    • Panduan Pasien
    • Testimoni
  • Pelayanan
    • Brain Tumor Center
      • Adenoma Hipofise
      • Acoustic Neurinoma
      • Glioma
      • Hemangioblastoma
      • Meningioma
    • Functional Neurosurgery Center
      • Hemifacial Spasm
      • Operasi MVD (Microvascular Decompression)
    • Neurotrauma
      • Spinal Trauma
    • Pain Management Center
      • Trigeminal Neuralgia
    • Spine Center
      • Cervical Disc herniation
      • Cervical Spondylosis
      • Lumbar Disc Herniation
      • Minimally Invasive Spine Surgery
      • Spinal Trauma
      • Spinal Tumors
      • Spondylolisthesis
    • Vascular Neurosurgery Center
      • Aneurisma Otak
      • Arteriovenous Malformations (AVM)
      • Cavernous Malformations (Cavernoma)
      • Perdarahan Otak Spontan
      • Stroke Penyumbatan Bagaimana Cara Pengobatannya? Pahami Dulu Penyebabnya
  • Tentang Kami
  • Artikel
    • Agenda
    • Artikel
    • Dokumentasi
    • Stroke Survivor
  • Hubungi Kami
    • FAQ
    • Kamus Kesehatan

Opini: Waspada dan Kenali Ministroke

Opini: Waspada dan Kenali Ministroke
ArtikelStroke Survivor
whatsapp-image-2016-11-07-at-12-10-35

http://www.jawapos.com/read/2016/11/07/62720/waspada-dan-kenali-ministroke/1

Refleksi Hari Stroke Dunia

oleh:
DR. dr. Asra Al Fauzi, SpBS (K), IFAANS., SE

Tema World Stroke Day (Hari Stroke Dunia) 2016 adalah Face The Facts: Stroke is Treatable. Suatu aspek penting dari penanganan stroke yang harus diketahui masyarakat luas untuk mencegah kecacatan dan kematian akibat stroke. Dogma stroke di masyarakat harus diubah. Stroke penyakit yang tiba-tiba, stroke tidak bisa dicegah, stroke pasti cacat dan lumpuh, atau stroke sudah bakat adalah beberapa persepsi masyarakat yang salah kaprah. Kampanye bahwa stroke bisa dicegah dan diobati harus ditekankan serta akan mendorong upaya peningkatan kualitas pencegahan dan pelayanan medis terkait stroke di tingkat masyarakat luas.

Ministroke
Ministroke atau istilah medisnya Transient Ischemic Attack (TIA) adalah suatu episode terjadinya gangguan fungsi saraf akibat kekurangan pasokan darah ke otak yang terjadi beberapa saat (sementara dan membaik normal kembali dalam waktu beberapa menit sampai paling lama kurang dari 24 jam. Menurut American Stroke Association (ASA), TIA adalah episode sementara adanya disfungsi saraf akibat iskemia otak tanpa adanya infark otak (sel otak sudah mati). Jadi, sifatnya sementara dan bisa pulih kembali. Karena kondisi klinis itu, TIA sering disebut secara populer dengan Ministroke.

Gejala TIA sangat bervariasi, bergantung individu dan bagian otak yang terkena. Beberapa gejalanya antara lain pusing dan kehilangan keseimbangan sampai jatuh. Selain itu juga buta sesaat (amaurosis fugax), kesulitan bicara (afasia), kelumpuhan separo anggota tubuh (hemiparesis), terasa tebal dan semutan separo anggota tubuh (hemianesthesia), serta wajah mencong dan kadang pingsan sesaat. Penyebab TIA tersering adalah emboli (bekuan darah) dan trombus (plak lemak). Adanya plak atherosclerotic pada pembuluh darah di leher menuju otak kadang bisa lepas dan menuju pembuluh darah di otak, yang kemudian akan menyumbat aliran darah ke bagian otak tertentu.

Selain itu, bila ada kelainan jantung atrial fibrilation, mudah terjadi bekuan darah yang kemudian dipompa ke otak, terjadilah pembuntuan aliran darah ke otak. Pada TIA, pembuntuan ini bersifat sementara sehingga kelainan saraf yang terjadi bisa kembali normal. Penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan kolesterol atau lemak akan mengakibatkan rentan terjadinya gangguan aliran ke otak. Sedikit aliran darah terganggu, mudah terjadi gejala ministroke. Keadaan kelelahan fisik, stres psikis, dan dehidrasi bisa juga menjadi pemicu timbulnya TIA atau ministroke.

Ada beberapa faktor resiko terjadinya TIA. Diantaranya riwayat keluarga stroke, usia diatas 55 tahun, hipertensi, hiperkolesterolemia, diabetes melitus, dan merokok. Sebagian faktor resiko bisa dimanipulasi dengan perubahan gaya hidup dan minum obat sesuai anjuran dokter.

Waspada
Beberapa gejala khas ministroke sejatinya sama dengan stroke sebenarnya, hanya bedanya periodenya yang sementara dan kembali normal seperti semula. Itu yang sering dianggap remeh oleh penderita, keluarga, maupun tenaga medis terkait. Dianggap sudah sembuh dengan sendirinya dan cukup pemberian obat-obatan. Penelitan Oxford University menunjukkan, 10 sampai 20 persen ministroke akan menjadi stroke sebenarnya dalam rentang waktu tiga bulan bila tidak ditangani dengan baik.

Dari angkat itu, 50 persen kasus terjadinya dalam dua hari pertama setelah kejadian ministroke. Sebesar 68 persen masyarakat ternyata tidak tahu bahwa itu gejala ministroke. Bahkan, meskipun mereka tahu, 74 persen ternyata tidak langsung memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat. Prof. Peter Rothwell, ahli neurologi Oxford University, mengatakan “Gejala ministroke harus dianggap keadaan emergency (darurat) karena bisam enjadi stroke total dan ini yang belum diektahui masyarakat. Budaya ini harus diubah!”.

Stroke mini merupakan tanda peringatan untuk terjadinya stroke sebenarnya. Setelah TIA, harus dilakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mencari faktor penyebab. Beberapa pole pencegahan serangan ulang antara lain kontrol tekanan darah dan gula darah, turunkan berat badan, olahraga teratur, diet ketat garam dan lemak, banyak konsumsi buah dan sayur, hindari alkohol, dan berhenti merokok. Yang lebih penting, ikuti anjuran dokter apabila perlu terapi dengan obat-obatan tertentu.

Paradigma penanganan dan dogma tentang stroke harus diubah. TIA atau gejala ministroke adalah target penanganan stroke yang sebenarnya dan harus agresif dilakukan di masyarakat. Kampanye tentang TIA dan deteksi dini awal stroke akan mencegah terjadinya stroke sebanarnya yang mengakibatkan cacat permanen. TIA yang terjadi dan sembuh sempurna sering diremehkan masyarakat dan kalangan medis. Dianggap sembuh dan tidak perlu penanganan lanjutan.

Padahal TIA merupakan alarm awal yang harus diperhatiakan dan perlu pemeriksaan serta tindakan yang agresif dalam rangka pencegahan stroke lanjutan. Serangan kedua TIA biasanya lebih fatal dan lebih besar kemungkinan terjadinya stroke sebenarnya. Edukasi dan kampanye tentang TIA atau mini stroke kepada masyarakat sangat penting untuk menurunkan angak kejadian dan kecacatan akibat stroke. World Stroke Day 2016 mengingatkan kembali tentang bahaya stroke yang bisa menyerang siapa saja, di mana saja, dan kapan saja.

 

Terbit di harian JawaPos 7 November 2016 

http://www.jawapos.com/read/2016/11/07/62720/waspada-dan-kenali-ministroke/1

Artikel lain yang menarik

Dua Rekor MURI untuk dr. Asra Al Fauzi TB Tulang Belakang: Mengenal Infeksi pada Tulang Belakang Endoskopi Saraf Kejepit, Solusi Minim Invasif berapa biaya mriBerapa Biaya MRI? Untuk Saraf Kejepit dan Kepala

Pencarian

Artikel Terbaru

  • Efek Samping Operasi Otak: Risiko, Pemulihan, dan Cara Mencegah Komplikasi
  • Operasi Tumor Otak: Prosedur, Risiko, dan Harapan Kesembuhan
  • MRI untuk Saraf Kejepit: Solusi Diagnostik Akurat
  • MRI Kontras dan Non-Kontras: Memahami Perbedaannya untuk Diagnosis yang Lebih Akurat
  • MRI Kepala: Deteksi Dini Masalah Otak yang Tak Boleh Diabaikan

Kategori

  • Agenda
  • Artikel
  • Dokumentasi
  • Images FG
  • News
  • Spine
  • Stroke Survivor
  • Uncategorized
  • Video

Brain and Spine Center

Pelayanan Terpadu Kelainan Otak dan Tulang Belakang

(6231) 7345333 Ext: 5222 / 085549001600

konsultasi@bscmitra.com

http://bscmitra.com

Jl. Satelit Indah II, Darmo Satelit Surabaya – 60187

Center of Excellence dari:
Anggota dari:

Artikel Terbaru

  • Efek Samping Operasi Otak: Risiko, Pemulihan, dan Cara Mencegah Komplikasi

    Artikel lain yang menarik Kejang tanpa demam pada anak Nyeri...

  • Operasi Tumor Otak: Prosedur, Risiko, dan Harapan Kesembuhan

    Artikel lain yang menarik Apakah Normal Pressure Hydrocephalus (NPH)? Cara...

  • MRI untuk Saraf Kejepit: Solusi Diagnostik Akurat

    MRI untuk Saraf Kejepit Apa Itu Saraf Kejepit? Saraf kejepit...

Copyright © 2024 Brain and Spine Center
Mitra Keluarga Hospital's Center of Excellence
Butuh bantuan?
1
Powered by Joinchat
*Appointment dokter Brain and Spine Center Mitra Keluarga Surabaya
Nama: ...
Alamat: ...
No. Telp yang bisa dihubungi: ...
Open chat