Dokter Bedah Saraf di Surabaya: Enam Dokter Subspesialis untuk Penanganan Otak dan Tulang Belakang
Dokter Bedah Saraf di Surabaya dengan Pendekatan Subspesialis
Memilih dokter bedah saraf bukan hanya soal pengalaman. Kini, bidang bedah saraf berkembang menjadi berbagai subspesialis. Oleh karena itu, setiap pasien memerlukan dokter yang sesuai dengan kondisi penyakitnya.
Brain and Spine Center Surabaya hadir sebagai pusat layanan terpadu untuk kelainan otak, saraf, dan tulang belakang. Selain mengutamakan teknologi modern, pusat layanan ini juga mengedepankan kolaborasi multidisiplin. Dengan demikian, setiap pasien memperoleh penanganan yang lebih tepat dan komprehensif.
Berbeda dengan layanan yang hanya mengandalkan satu dokter, Brain and Spine Center Surabaya memiliki enam dokter spesialis bedah saraf. Masing-masing memiliki kompetensi dan subspesialisasi berbeda. Pendekatan ini memungkinkan setiap kasus ditangani oleh dokter yang paling sesuai.
Mengapa Memilih Dokter Bedah Saraf Sesuai Subspesialisasi?
Tidak semua penyakit saraf memiliki penanganan yang sama. Misalnya, stroke memerlukan pendekatan berbeda dibandingkan tumor otak. Begitu pula gangguan tulang belakang membutuhkan teknik yang berbeda dari epilepsi.
Karena itu, pembagian subspesialis memberikan beberapa keuntungan.
- Diagnosis menjadi lebih spesifik.
- Rencana terapi lebih terarah.
- Teknologi yang digunakan lebih sesuai.
- Kolaborasi antar dokter berlangsung lebih efektif.
- Hasil penanganan diharapkan semakin optimal.
Pendekatan ini menjadi standar pada berbagai pusat bedah saraf modern di dunia.
Tim Dokter Bedah Saraf di Brain and Spine Center Surabaya
Prof. Dr. dr. Asra Al Fauzi, Sp.BS, Subsp. N-Vas (K), SE, MM, FICS, FACS, IFAANS
Prof. Asra merupakan Guru Besar dan Konsultan Neurovaskular Bedah Saraf. Beliau menangani berbagai penyakit pembuluh darah otak, termasuk aneurisma, malformasi pembuluh darah, serta stroke kompleks.
Selain itu, beliau memiliki kompetensi pada Cranial Stem Cell Implantation Surgery, sebuah bidang yang terus berkembang dalam ilmu bedah saraf modern.
Dr. dr. Eko Agus Subagio, Sp.BS, Subsp. N-Spine (K), FINSS
Dr. Eko merupakan Konsultan Bedah Saraf Spine atau Tulang Belakang.
Beliau menangani berbagai kelainan, seperti:
- Saraf kejepit
- HNP
- Stenosis spinal
- Spondilolistesis
- Fraktur tulang belakang
- Tumor tulang belakang
- Kelainan degeneratif tulang belakang
Pendekatan yang digunakan selalu mempertimbangkan terapi konservatif maupun tindakan bedah sesuai kebutuhan pasien.
Dr. dr. Nur Setiawan Suroto, Sp.BS, Subsp. N-Vas (K), IFAANS
Dr. Nur Setiawan merupakan Konsultan Neuroendovaskular.
Beliau berfokus pada tindakan minimal invasif menggunakan kateter untuk berbagai penyakit pembuluh darah otak.
Layanan yang ditangani meliputi:
- Stroke iskemik
- Stroke perdarahan tertentu
- Aneurisma otak
- Penyempitan arteri karotis
- AVM
- Penyakit vaskular otak lainnya
Teknik neuroendovaskular memungkinkan banyak tindakan dilakukan tanpa operasi terbuka.
dr. Heri Subianto, Sp.BS, Subsp.NF(K), FINPS
Dr. Heri merupakan Konsultan Bedah Saraf Fungsional.
Beliau menangani berbagai gangguan sistem saraf yang memengaruhi fungsi otak.
Bidang keahliannya meliputi:
- Epilepsi
- Parkinson
- Movement Disorders
- Intervensi Nyeri
- Psychosurgery
Selain itu, beliau menangani pasien yang membutuhkan terapi lanjutan ketika pengobatan tidak memberikan hasil optimal.
dr. Asadullah, Sp.BS
Dr. Asadullah dikenal sebagai Spine Home Surgeon sekaligus Endoscopic Spine and Pain Management Specialist.
Fokus utama beliau adalah penanganan penyakit tulang belakang dengan teknik minimal invasif.
Layanan yang tersedia meliputi:
- Endoscopic Spine Surgery
- Pain Management
- Saraf kejepit
- Nyeri punggung
- Nyeri leher
- Kelainan degeneratif tulang belakang
Pendekatan minimal invasif membantu mengurangi trauma jaringan pada pasien yang memenuhi indikasi.
dr. Zahra Wathoni, Sp.BS
Dr. Zahra merupakan Brain Home Surgeon, Fellow Intervensi Stroke, serta Stroke Specialist dan Brain Tumor Specialist.
Beliau menangani berbagai penyakit otak, antara lain:
- Stroke
- Tumor otak
- Cedera kepala
- Perdarahan otak
- Hidrosefalus
- Kelainan otak lainnya
Selain tindakan bedah, beliau juga aktif dalam penanganan pasien stroke menggunakan teknologi intervensi sesuai indikasi medis.
Kolaborasi Enam Dokter untuk Penanganan yang Lebih Komprehensif
Keunggulan Brain and Spine Center Surabaya tidak hanya terletak pada jumlah dokter. Yang lebih penting, setiap dokter memiliki bidang keahlian berbeda. Oleh sebab itu, kasus kompleks dapat didiskusikan secara multidisiplin.
Sebagai contoh, pasien stroke dapat ditangani bersama oleh konsultan neurovaskular, ahli neuroendovaskular, dan spesialis tumor otak apabila ditemukan penyakit penyerta. Sementara itu, pasien dengan keluhan tulang belakang memperoleh evaluasi langsung dari konsultan spine sesuai kebutuhan klinis.
Pendekatan kolaboratif ini membantu memberikan keputusan medis yang lebih menyeluruh berdasarkan kondisi setiap pasien.
Brain and Spine Center Surabaya: Layanan Terpadu untuk Otak dan Tulang Belakang
Brain and Spine Center Surabaya menghadirkan layanan yang berfokus pada penyakit otak, saraf, dan tulang belakang dalam satu pusat layanan terpadu.
Beberapa layanan unggulan meliputi:
- Bedah saraf otak
- Bedah saraf tulang belakang
- Stroke intervention
- Neuroendovascular
- Endoscopic Spine Surgery
- Pain Management
- Bedah tumor otak
- Epilepsy Surgery
- Parkinson & Movement Disorders
- Cranial Stem Cell Implantation Surgery
Dengan dukungan enam dokter subspesialis, pasien memperoleh akses terhadap layanan yang lebih terarah sesuai diagnosis dan kebutuhan klinis.
Kesimpulan
Apabila Anda sedang mencari dokter bedah saraf di Surabaya, penting memilih pusat layanan yang memiliki dokter dengan subspesialisasi berbeda. Setiap penyakit saraf memerlukan pendekatan yang spesifik. Karena itu, kolaborasi antar subspesialis menjadi nilai penting dalam proses diagnosis maupun terapi.
Brain and Spine Center Surabaya menghadirkan enam dokter spesialis bedah saraf dengan keahlian yang saling melengkapi. Mulai dari neurovaskular, neuroendovaskular, spine, epilepsi, movement disorders, hingga stroke dan tumor otak, seluruh layanan dirancang untuk memberikan penanganan yang lebih komprehensif dan berorientasi pada kebutuhan setiap pasien.



