HealthFlex
×
  • Beranda
  • Tim Dokter
    • dr. Asadullah
    • dr. Asra Al Fauzi
    • dr. Eko Agus Subagio
    • dr. Nur Setiawan Suroto
    • dr. Zahra Wathoni
  • Pasien
    • Fasilitas
    • Panduan Pasien
    • Testimoni
  • Pelayanan
    • Brain Tumor Center
      • Adenoma Hipofise
      • Acoustic Neurinoma
      • Glioma
      • Hemangioblastoma
      • Meningioma
    • Functional Neurosurgery Center
      • Hemifacial Spasm
      • Operasi MVD (Microvascular Decompression)
    • Neurotrauma
      • Spinal Trauma
    • Pain Management Center
      • Trigeminal Neuralgia
    • Spine Center
      • Cervical Disc herniation
      • Cervical Spondylosis
      • Lumbar Disc Herniation
      • Minimally Invasive Spine Surgery
      • Spinal Trauma
      • Spinal Tumors
      • Spondylolisthesis
    • Vascular Neurosurgery Center
      • Aneurisma Otak
      • Arteriovenous Malformations (AVM)
      • Cavernous Malformations (Cavernoma)
      • Perdarahan Otak Spontan
      • Stroke Penyumbatan Bagaimana Cara Pengobatannya? Pahami Dulu Penyebabnya
  • Tentang Kami
  • Artikel
    • Agenda
    • Artikel
    • Dokumentasi
    • Stroke Survivor
  • Hubungi Kami
    • FAQ
    • Kamus Kesehatan

TB Tulang Bisa Dicegah dengan Stamina yang Terjaga

TB Tulang Bisa Dicegah dengan Stamina yang Terjaga
Artikel

Seperti penyakit infeksi kuman pada umumnya, pencegahan adalah terbaik untuk menghindari penyebaran penyakit tubercolosis (TB).

 

Pada tuberculosis (TB) primer aktif memiliki kemungkinan terjadinya penyebaran infeksi hingga ke luar organ pernapasan dan menyebabkan TB jenis lainnya. Siapa saja bisa terkena penyakit ini; bayi, anak, remaja, dewasa hingga para lanjut usia.

 

TB yang terjadi di luar organ pernapasan, disebut “tuberkulosis ekstra paru”. Salah satunya adalah TB yang menyerang tulang dan persendian (penyakit pott tulang belakang). “Bila TB menyebar ke tualng, maka dapat disebut TB tulang, atau merupakan salah satu bentuk osteomielitis” kata dr. Nario Gunawan Sp.OT.

 

Gejala Awal

Masih disebabkan oleh kuman mycobacterium tubercolosis (M.tb), TB tulang merupakan infeksi mengenai tulang dan sendi. Ketika bakteri TB masuk di tulang, akan terasa nyeri menyertai infeksi. Selanjutnya, bakteri dapat menyebabkan abses atau kerusakan jaringan pada sendi.

“Apabila telah mengenai tulang dan sendi, maka gejala-gejalanya bisa seperti nyeri, gangguan gerak sendi, bekpenbengkak hingga terjadi luka/ulkus/bisul,” jelas dokter spesialis orthopedi yang praktik di RS Mitra Keluarga Surabaya ini. Banyak kasus yang menyebutkan bahwa kerusakan jaringan menyebabkan rasa sakit yang parah. Bahkan bisa mengakibatkan kelumpuhan. “Kelumpuhan terjadi bila abses atau nanah semakin mendesak dan mengganggu saraf, misalnya sum-sum tulang belakang,” imbuhnya.

Menurut DR. dr. Eko Agus Subagio, SpBS (K) (spine), sebagian besar nyeri pada tulang belakang bisa membaik dengan sendirinya, akan tetapi jika setelah beberapa hari nyeri tidak berkurang atau bahkan bertambah parah, terutama di malam hari dan disertai demam, maka sebaiknya harus diperiksa oleh dokter yang berkompeten dalam masalah ini. Tujuannya, agar penyakit bisa segera diketahui dan mencegah kerusakan yang berlanjut. “Adanya penonjolan pada tulang belakang, bengkok, kelemahan pada lengan dan kaki merupakan gejala yang sudah lanjut,” timpal dr. Spesialis bedah saraf yang praktik di RS. Mitra Keluarga Surabaya ini.

Kerjasama Dokter Spesialis

Karena itulah, imbuh dr. Nario, ketika terindikasi telah mengalami komplikasi atau terkena TB tulang, maka segera periksa ke dokter spesialis orthopedi yang akan bekerjasama dengan dokter spesialis lain seperti dokter spesialis paru dan dokter spesialis bedah saraf untuk mengobati penyakit tersebut.

Dengan terapi pengobatan yang baik dan benar, penyakit ini bisa disembuhkan secara total. Namun, penyakit ini bisa saja menyebabkan kematian, utamanya apabila menimbulkan komplikasi serius seperti radang selaput otak, infeksi paru-paru berat, gangguan ginjal dan lainnya.

Langkah awal sebagai tatalaksana pengobatan dan terapi penyembuhan yang harus dilakukan adalah;

  1. Memperbaiki kondisi umum pasien dengan gizi cukup dan olahraga teratur
  2. Mengobati penyebab utama dari infeksi tuberculosis tersebut, misalnya; paru
  3. Bila sampai menimbulkan komplikasi ke tulang/saraf, maka harus segera dilakukan operasi pembersihan.

 

Bedah Mikro

“Itu sebabnya, tatalaksana pengobatan dan terapi penyembuhan TB tulang harus dilakukan bersama (bekerjasama) dengan dokter spesialis paru dan dokter spesialis bedah saraf”, sahut dr. Eko Agus. Kaitannya, bedah saraf mikro merupakan suatu teknik dalam pembedahan yang mempunyai prinsip seminimal mungkin melakukan kerusakan jaringan dalam memperbaiki atau menghilangkan penyakit.

Teknik ini jika dipakai pada penyakit TB tulang belakang, bisa berupa membersihkan dan mengambil contoh jaringan penyakit, sampai melakukan pemotongan jaringan yang rusak dan pemasangan implant atau alat untuk memperkuat tulang yang lemah.

Dengan bedah mikro bisa terlihat struktur jaringan saraf yang lebih jelas dan detil, sehingga hasil operasi akan menjadi lebih baik. Di Rumah Sakit Mitra Keluarga Surabaya, kasus TB tulang belakang ditangani dengan melakukan pengambilan contoh jaringan untuk pemeriksaan lanjut, pembersihan tulang yang mengalami infeksi, hingga melakukan perbaikan dan penggantian atau penanaman tulang untuk memperkuat tulang yang rusak, dengan atau tanpa bantuan implan/pen.

Pencegahan

laifstail

Agar penyakit TB yang diderita tidak berkembang semakin parah sehingga memicu terjadinya komplikasi terhadap tulang, khususnya tulang belakang, maka hal yang mesti dilakukan adalah:

  • Minum obat sesuai petunjuk (guideline)
  • Konsumsi makanan yang bergizi untuk meningkatkan stamina/kekebalan tubuh
  • Lakukan kontrol sesuai jadwal dengan tertib.

Prinsipnya adalah deteksi dini. Jika terdapat tanda-tanda komplikasi pada TB tulang, sangat dianjurkan untuk segera memeriksakan diri. Penularan baksil TB melalui udara (droplet infection) akan sangat sulit dihindari, terutama ketika berada di tempat umum. Menjaga tubuh selalu sehat dan mengkonsumsi maknanan bergizi akan meningkatkan ketahanan tubuh terhadap infeksi TB. [r5]

 

 

Artikel lain yang menarik

Empat Komponen Keberhasilan Operasi Tulang Belakang MISS TB Tulang Belakang: Mengenal Infeksi pada Tulang Belakang Endoskopi Saraf Kejepit, Solusi Minim Invasif berapa biaya mriBerapa Biaya MRI? Untuk Saraf Kejepit dan Kepala

Pencarian

Artikel Terbaru

  • Efek Samping Operasi Otak: Risiko, Pemulihan, dan Cara Mencegah Komplikasi
  • Operasi Tumor Otak: Prosedur, Risiko, dan Harapan Kesembuhan
  • MRI untuk Saraf Kejepit: Solusi Diagnostik Akurat
  • MRI Kontras dan Non-Kontras: Memahami Perbedaannya untuk Diagnosis yang Lebih Akurat
  • MRI Kepala: Deteksi Dini Masalah Otak yang Tak Boleh Diabaikan

Kategori

  • Agenda
  • Artikel
  • Dokumentasi
  • Images FG
  • News
  • Spine
  • Stroke Survivor
  • Uncategorized
  • Video

Brain and Spine Center

Pelayanan Terpadu Kelainan Otak dan Tulang Belakang

(6231) 7345333 Ext: 5222 / 085549001600

konsultasi@bscmitra.com

http://bscmitra.com

Jl. Satelit Indah II, Darmo Satelit Surabaya – 60187

Center of Excellence dari:
Anggota dari:

Artikel Terbaru

  • Efek Samping Operasi Otak: Risiko, Pemulihan, dan Cara Mencegah Komplikasi

    Artikel lain yang menarik Kejang tanpa demam pada anak Nyeri...

  • Operasi Tumor Otak: Prosedur, Risiko, dan Harapan Kesembuhan

    Artikel lain yang menarik Apakah Normal Pressure Hydrocephalus (NPH)? Cara...

  • MRI untuk Saraf Kejepit: Solusi Diagnostik Akurat

    MRI untuk Saraf Kejepit Apa Itu Saraf Kejepit? Saraf kejepit...

Copyright © 2024 Brain and Spine Center
Mitra Keluarga Hospital's Center of Excellence
Butuh bantuan?
1
Powered by Joinchat
*Appointment dokter Brain and Spine Center Mitra Keluarga Surabaya
Nama: ...
Alamat: ...
No. Telp yang bisa dihubungi: ...
Open chat