Penanganan Mimisan Hebat: Ketika Tampon Tidak Lagi Cukup
Penanganan Mimisan Hebat: Ketika Tampon Tidak Lagi Cukup
Penanganan mimisan hebat membutuhkan evaluasi menyeluruh ketika perdarahan tidak berhenti meskipun tampon hidung sudah terpasang. Pada kondisi tertentu, dokter perlu menelusuri sumber perdarahan sebelum menentukan tindakan lanjutan.
Hal tersebut dialami seorang pasien yang datang ke IGD Mitra Keluarga Surabaya dengan mimisan hebat. Tim medis segera melakukan penanganan awal untuk mengendalikan perdarahan. Namun, perdarahan yang berlanjut membutuhkan evaluasi lebih lanjut.
Selanjutnya, dokter melakukan pemeriksaan untuk mengidentifikasi sumber perdarahan. Setelah evaluasi, tim medis mempertimbangkan embolisasi sebagai pilihan penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien.
Kasus ini memperlihatkan pentingnya kolaborasi antardokter dalam menangani perdarahan hidung yang sulit dikendalikan.
Evaluasi Sumber Perdarahan oleh dr. Asma, Sp. T.H.T.B.K.L
Pada tahap berikutnya, pasien menjalani evaluasi bersama dr. Asma. Pemeriksaan bertujuan mengidentifikasi lokasi perdarahan yang belum berhasil dikendalikan dengan penanganan awal.
Melalui pemeriksaan endoskopi hidung, dokter menemukan sumber perdarahan pada bagian posterior hidung kiri. Temuan tersebut membantu tim medis menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Mengingat perdarahan masih membutuhkan penanganan lebih lanjut, dr. Asma merujuk pasien untuk evaluasi tindakan embolisasi (penyumbatan dari dalam). Tata laksana ini memungkinkan tim medis mempertimbangkan penanganan langsung terhadap pembuluh darah yang berkaitan dengan perdarahan yang terjadi di hidung.
Dengan demikian, evaluasi tidak hanya berfokus pada darah yang keluar. Dokter juga menelusuri sumber masalah untuk menentukan terapi yang lebih terarah.
Embolisasi Mimisan oleh dr. Zahra, SpBS dan Dr. dr. Nur Setiawan Suroto, SpBS
Setelah evaluasi, pasien menjalani prosedur embolisasi bersama dr. Zahra, SpBS. Tindakan ini menggunakan panduan Digital Subtraction Angiography (DSA) untuk mengevaluasi pembuluh darah.
Embolisasi merupakan prosedur intervensi minimal invasif yang bertujuan mengurangi atau menghentikan aliran darah pada pembuluh darah yang dituju. Dokter menggunakan kateter untuk mencapai pembuluh darah yang berkaitan dengan sumber perdarahan.
Selanjutnya, dokter menyumbat dengan material embolik secara terkontrol sesuai temuan angiografi. Pendekatan ini membantu menyumbat aliran darah menuju area yang menyebabkan perdarahan dari dalam.
Pada kasus ini, tindakan embolisasi mencakup arteri sfenopalatina bilateral serta arteri fasialis pada sisi yang sesuai dengan temuan klinis. Dokter menggunakan panduan pencitraan untuk membantu melakukan tindakan secara terarah.
Setelah prosedur, perdarahan hidung pasien berhasil dihentikan. Hasil tersebut menandai tercapainya tujuan utama tindakan, yaitu mengendalikan perdarahan yang sebelumnya sulit diatasi.
Mengapa Embolisasi Dapat Dipertimbangkan Saat Tampon Tidak Cukup?
Tampon hidung membantu mengendalikan perdarahan dengan memberikan tekanan pada area yang mengalami perdarahan. Namun, metode tersebut tidak selalu berhasil pada setiap pasien.
Ketika perdarahan menetap, dokter perlu mengevaluasi kembali penyebab dan lokasi sumbernya. Selanjutnya, dokter dapat mempertimbangkan pilihan terapi lain berdasarkan kondisi klinis pasien.
Dalam kasus tertentu, embolisasi dapat menjadi alternatif ketika penanganan awal belum memberikan hasil memadai. Prosedur ini memungkinkan dokter menangani pembuluh darah sasaran melalui pendekatan endovaskular.
Meskipun demikian, embolisasi tidak selalu menjadi pilihan pertama untuk semua kasus mimisan. Dokter perlu mempertimbangkan indikasi, kondisi pasien, anatomi pembuluh darah, serta potensi risiko tindakan.
Karena itu, keputusan terapi harus berdasarkan pemeriksaan dan pertimbangan klinis. Setiap pasien membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan penyebab dan tingkat keparahan perdarahannya.
Kolaborasi Dokter dalam Penanganan Mimisan Hebat
Kasus ini memperlihatkan peran penting kolaborasi antara spesialis THT dan dokter yang menangani intervensi endovaskular. Masing-masing berkontribusi dalam tahapan evaluasi hingga penanganan sumber perdarahan.
dr. Asma, Sp. T.H.T.B.K.L melakukan evaluasi untuk mengidentifikasi lokasi perdarahan. Sementara itu, dr. Zahra Wathoni, SpBS menangani pasien melalui prosedur embolisasi dengan panduan angiografi.
Melalui koordinasi tersebut, tim medis dapat menentukan tindakan berdasarkan temuan pemeriksaan. Selain itu, pendekatan terpadu membantu menghubungkan evaluasi klinis dengan pilihan intervensi yang sesuai.
Brain & Spine Center (BSC) Surabaya menyediakan layanan untuk evaluasi dan penanganan berbagai kondisi neurologis serta pembuluh darah tertentu. Kolaborasi dengan spesialis terkait menjadi bagian penting dalam menentukan pendekatan penanganan pasien.
Kapan Mimisan Membutuhkan Penanganan Medis Segera?
Mimisan memerlukan evaluasi segera apabila perdarahan sangat deras atau tidak berhenti setelah penekanan yang benar. Pasien juga perlu mencari pertolongan jika mengalami pusing berat, lemas, sesak napas, atau penurunan kesadaran.
Selain itu, perdarahan setelah cedera kepala atau wajah membutuhkan perhatian khusus. Pasien yang mengonsumsi obat pengencer darah, penting untuk menyampaikan informasi tersebut kepada dokter.
Penanganan Mimisan Membutuhkan Evaluasi yang Tepat
Mimisan yang tidak berhenti dengan tampon memerlukan evaluasi lebih lanjut untuk menemukan sumber perdarahan. Pada kasus terpilih, embolisasi dapat menjadi pilihan untuk membantu mengendalikan perdarahan secara terarah.
Keberhasilan penanganan bergantung pada ketepatan evaluasi dan pemilihan terapi. Oleh karena itu, pasien perlu mendapatkan pemeriksaan sesuai kondisi klinisnya.
Informasi dan pendaftaran: WhatsApp 0856 0221 8668
Lokasi:
- Brain & Spine Center Surabaya
- Mitra Keluarga Surabaya, Jl. Darmo Satelit Indah, Surabaya
oleh:
David R. Sentika




