MRI Kontras dan Non-Kontras: Memahami Perbedaannya untuk Diagnosis yang Lebih Akurat
MRI Kontras dan Non-Kontras Apa Itu?
MRI (Magnetic Resonance Imaging) adalah cara pencitraan medis tanpa radiasi untuk menghasilkan gambaran struktur dalam tubuh secara detail, terutama jaringan lunak seperti otak, saraf, dan organ dalam. Pada MRI kepala, berfungsi untuk melihat adanya kelainan yang terjadi pada otak. Baik itu tumor otak, infeksi otak, keadaan otak paska stroke, dsb.
Terdapat dua jenis utama MRI, yaitu MRI kontras dan MRI non-kontras. Keduanya memiliki fungsi dan kegunaan masing-masing, tergantung kondisi yang ingin dideteksi dokter.
MRI Non-Kontras: Pemeriksaan Awal yang Efisien
MRI non-kontras adalah jenis MRI tanpa pemberian cairan pewarna ke dalam tubuh. Prosedur ini menjadi pilihan awal untuk banyak kasus.
MRI non-kontras mampu mendeteksi:
Kelainan struktur otak dan tulang belakang
Cedera otot dan sendi
Infeksi jaringan lunak
Tumor padat dengan ukuran besar
Gangguan saraf tulang belakang
Waktu pemeriksaan biasanya lebih singkat. Risiko efek samping pun sangat rendah karena tidak melibatkan zat tambahan.
MRI Kontras: Visualisasi Lebih Tajam Untuk Beberapa Kasus
MRI kontras melibatkan penyuntikan zat gadolinium ke pembuluh darah sebelum pemindaian dimulai. Zat ini berfungsi memperjelas pembuluh darah dan struktur abnormal.
MRI kontras sangat efektif untuk:
Mendeteksi tumor otak, tumor tulang belakang, tumor pada paru
Mengidentifikasi peradangan dan infeksi aktif
Memantau pertumbuhan tumor paska operasi
Sebelum dilakukan pemeriksaan MRI, zat kontras akan disuntikkan kepada pasien supaya beredar dalam darah, lalu menyoroti area yang mengalami gangguan. Gambaran menjadi lebih kontras dan jelas dibandingkan MRI biasa.
Perbedaan Utama MRI Kontras dan Non-Kontras
| Aspek | MRI Non-Kontras | MRI Kontras |
|---|---|---|
| Zat Tambahan | Tidak menggunakan kontras | Menggunakan gadolinium |
| Durasi | Lebih cepat | Sedikit lebih lama |
| Biaya | Lebih terjangkau | Lebih mahal |
| Detail Gambar | Standar | Lebih tajam untuk beberapa kasus |
| Efektivitas Deteksi | Untuk kelainan struktural umum | Untuk tumor, peradangan aktif |
Keamanan dan Efek Samping MRI Kontras
MRI kontras umumnya aman. Namun, pada pasien dengan gangguan ginjal berat, perlu pemeriksaan fungsi ginjal terlebih dahulu. Efek samping yang mungkin muncul sangat jarang, misalnya reaksi alergi ringan seperti mual atau gatal.
Pasien harus memberi tahu dokter bila memiliki:
Riwayat alergi terhadap zat kontras
Gangguan ginjal kronis
Kehamilan atau menyusui
Implan logam atau alat pacu jantung
Kapan Harus Memilih MRI Kontras?
Dokter akan merekomendasikan MRI kontras jika:
Dicurigai ada tumor atau kanker
Dokter mencurigai adanya infeksi
Pemeriksaan lanjutan paska operasi tumor
Ada kemungkinan peradangan aktif
Diperlukan evaluasi lebih rinci dibandingkan MRI biasa
Untuk skrining umum seperti saraf kejepit atau cedera ringan, MRI non-kontras seringkali sudah cukup.
Persiapan Sebelum Pemeriksaan
Pasien cukup datang dalam keadaan rileks. Tidak perlu puasa, kecuali diarahkan dokter. Jika menggunakan MRI kontras, pasien mungkin akan diminta tes darah terlebih dahulu untuk menilai fungsi ginjal.
Hindari memakai perhiasan, ritsleting, atau barang logam lainnya. Bawa hasil pemeriksaan sebelumnya untuk evaluasi menyeluruh.

Tiap MRI mempunya beberapa sequence foto, seperti T1, T2, Fat Sat dan sebagainya.
Oleh:
David R. Sentika


