HealthFlex
×
  • Beranda
  • Tim Dokter
    • dr. Asadullah
    • dr. Asra Al Fauzi
    • dr. Eko Agus Subagio
    • dr. Nur Setiawan Suroto
    • dr. Zahra Wathoni
  • Pasien
    • Fasilitas
    • Panduan Pasien
    • Testimoni
  • Pelayanan
    • Brain Tumor Center
      • Adenoma Hipofise
      • Acoustic Neurinoma
      • Glioma
      • Hemangioblastoma
      • Meningioma
    • Functional Neurosurgery Center
      • Hemifacial Spasm
      • Operasi MVD (Microvascular Decompression)
    • Neurotrauma
      • Spinal Trauma
    • Pain Management Center
      • Trigeminal Neuralgia
    • Spine Center
      • Cervical Disc herniation
      • Cervical Spondylosis
      • Lumbar Disc Herniation
      • Minimally Invasive Spine Surgery
      • Spinal Trauma
      • Spinal Tumors
      • Spondylolisthesis
    • Vascular Neurosurgery Center
      • Aneurisma Otak
      • Arteriovenous Malformations (AVM)
      • Cavernous Malformations (Cavernoma)
      • Perdarahan Otak Spontan
      • Stroke Penyumbatan Bagaimana Cara Pengobatannya? Pahami Dulu Penyebabnya
  • Tentang Kami
  • Artikel
    • Agenda
    • Artikel
    • Dokumentasi
    • Stroke Survivor
  • Hubungi Kami
    • FAQ
    • Kamus Kesehatan

Menyambung Kerjasama Setelah 16 Tahun

Menyambung Kerjasama Setelah 16 Tahun
Dokumentasiasra al fauzidoctordokterinternationalstrokevietnam

DR. dr. Asra Al Fauzi, SpBS dan dr. Achmad Fahmi Ba’abud, SpBS melakukan kunjungan selama dua hari ke Vietnam. Dua dokter dari Surabaya Neuroscience (SNeI) itu menyaksikan perkembangan pelayanan kedokteran di negara dengan jumlah penduduk terbanyak kedua di Asia Tenggara setelah Indonesia tersebut.

Pada hari pertama kunjungan yang dihadiri perwakilan beberapa rumah sakit di Wisma Duta KBRI Vietnam, dr. Achmad Fahmi Ba’abud SpBS mendapat banyak pertanyaan tentang penggunaan DBS DSC07244(Deep Brain Stimulation). Termasuk metode stereotactic brain lesion. Yaitu, pemakaian alat bor otak untuk mengendalikan gangguan gerak.

Menurut dr. Fahmi, teknik itu memang butuh “seni”. Jika irisan di kepala terlalu kecil, parkinson bisa kambuh kembali setelah satusampai dua bulan pasca penanganan. Kalau irisan terlalu besar, pasien malah tidak bisa bergerak. “Harus pas, sehingga gangguan geraknya bisa hilang permanen” ujarnya di depan sekitar 30 dokter dan President of Vietnam Psychiatric Association – Prof. Tran Van Cuong.

DSC07256

Di mata Duta Besar Indonesia untuk Vietnam, Ibnu Hadi. Pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) seperti sekarang ini, kondisi di dunia medis Vietnam itu menjadi potensi yang bisa digarap oleh Indonesia. Ibu menuturkan, dalam waktu dekat ada satu institusi Rumah Sakit di Indonesia yang menanamkan modal di Vietnam. Karena berbeda dengan Indonesia yang memproteksi diri dengan berbagai aturan, Vietnam tidak menerapkan ketentuan yang sulit di sektor industri kesehatan. Karena itu, pebisnis kesehatan dan dokter-dokter Indonesia bisa masuk ke Vietnam.

Menurut dr. Dai Ha, Deputi Departemen Bedah Saraf di RS. Viet Duc. Beberapa dokter spesialis tidak ada di Vietnam, seperti dokter bidang bedah saraf endovaskuler dan neurofungsional. Hal tersebut merupakan salah satu problem kesehatan di Vietnam. “Oleh karena itu kami ingin mengirim dokter untuk belajar neurofungsional ke Indonesia” ujar dr. Dai Ha.

DSC07297Di bidang penelitianpun Vietnam akan menjadi bidikan kerja sama. Contohnya, penelitian di bidang stem cell atau sel punca. Di Surabaya, antrean pasien untuk mendapatkan layanan stem cell sudah mencapai tiga bulan dengann jumlah pasien empat orang per hari. Berbeda jauh dengan rumah sakit di Hanoi yang masih sebatas melakukan penelitian. “Kami sangat kagum, Anda melakukan banyak hal. Kami tunggu risetnya untuk dipublikasikan”. Ujar Presiden Asosiasi Neurologi Hanoi sekaligus Kepala Departemen Neurologi RS. Bach Mai Prof Le Van Thinh Phd.

DSC07454

Mereka (dokter-dokter di Vietnam) belum bisa menggunakan DBS. Berbeda dengan Indonesia yang sudah menjadi pionir untuk penanganan parkinson di Asia Tenggara. Selama ini fasilitas kesehatan di Vietnam lebih banyak menangani kasus neurotrauma. DAlam setahun, ada sekitar dua ribu operasi bedah trauma kepala di RS. Viet duc.

“Fellowship program ini menunjukkan bahwa kita mampu membawa nama Indonesia di dunia medis. Sudah saatnya kita (orang Indonesia) go international.” Ujar DR. dr. Asra Al Fauzi SpBS. “Dalam jangka panjang, Vietnam menjadi pangsa pasar kita”  imbuh dokter yang juga penyandang Sarjana Ekonomi dari Universitas Mangkurat Banjarmasin ini.

Karena menurut Ibnu, kedatangan tim dari Surabaya dinilai sebagai pintu menjalin relasi dalam bidang kesehatan. Maklum, kerja sama terakhir di dunia medis antara Indonesia dan Vietnam tercatat pada 1992, artinya sudah 16 tahun yang lalu.

DSC07261

Hal ini ditanggapi secara positif oleh kalangan medis di Vietnam. Salah satunya yaitu L’Hopital Francais de Hanoi menawari para dokter di Indonesia untuk bekerja di Vietnam tanpa syarat harus bisa berbahasa lokal.

Paska pertemuan itu, tim dokter dari Indonesia untuk menghadiri konferensi dokter bedah se-ASEAN di Hanoi pada akhir tahun mendatang. Dari situ, kerja sama dan kolaborasi dunia medis antara Vietnam dan Indonesia akan dilanjutkan.

Dikutip dari media harian JawaPos – 8 Juni 2016

Artikel lain yang menarik

Default ThumbnailGrand Opening Brain And Spine Center Default ThumbnailSymposium Hotel Java Paragon 28 April 2012 Default ThumbnailKUNJUNGAN DOKTER RADIOLOGI BELANDA – Dr. Robert (18 Mei 2012) Hamil, Terserang Tumor Otak Sebesar Bola Tenis

Add Comment Cancel


Pencarian

Artikel Terbaru

  • Efek Samping Operasi Otak: Risiko, Pemulihan, dan Cara Mencegah Komplikasi
  • Operasi Tumor Otak: Prosedur, Risiko, dan Harapan Kesembuhan
  • MRI untuk Saraf Kejepit: Solusi Diagnostik Akurat
  • MRI Kontras dan Non-Kontras: Memahami Perbedaannya untuk Diagnosis yang Lebih Akurat
  • MRI Kepala: Deteksi Dini Masalah Otak yang Tak Boleh Diabaikan

Kategori

  • Agenda
  • Artikel
  • Dokumentasi
  • Images FG
  • News
  • Spine
  • Stroke Survivor
  • Uncategorized
  • Video

Brain and Spine Center

Pelayanan Terpadu Kelainan Otak dan Tulang Belakang

(6231) 7345333 Ext: 5222 / 085549001600

konsultasi@bscmitra.com

http://bscmitra.com

Jl. Satelit Indah II, Darmo Satelit Surabaya – 60187

Center of Excellence dari:
Anggota dari:

Artikel Terbaru

  • Efek Samping Operasi Otak: Risiko, Pemulihan, dan Cara Mencegah Komplikasi

    Artikel lain yang menarik Kejang tanpa demam pada anak Nyeri...

  • Operasi Tumor Otak: Prosedur, Risiko, dan Harapan Kesembuhan

    Artikel lain yang menarik Apakah Normal Pressure Hydrocephalus (NPH)? Cara...

  • MRI untuk Saraf Kejepit: Solusi Diagnostik Akurat

    MRI untuk Saraf Kejepit Apa Itu Saraf Kejepit? Saraf kejepit...

Copyright © 2024 Brain and Spine Center
Mitra Keluarga Hospital's Center of Excellence
Butuh bantuan?
1
Powered by Joinchat
*Appointment dokter Brain and Spine Center Mitra Keluarga Surabaya
Nama: ...
Alamat: ...
No. Telp yang bisa dihubungi: ...
Open chat